Bagaimana realisasi pertumbuhan ekonomi Indonesia

Pertumbuhan ekonomi Indonesia sepanjang 2016 sering disebut sebagai kelompok tiga tertinggi di jajaran negara G20 atau di bawah India dan China.

Di 2016 realisasi pertumbuhan ekonomi sebesar 5,02% atau meningkat jika dibandingkan pertumbuhan pada 2015 yang sebesar 4,88%.

Di balik pertumbuhan ekonomi yang tinggi, namun kalangan pengusaha masih menilai belum sepenuhnya membaik dikarenakan daya beli masyarakat masih belum menunjukan peningkatan. Lalu apakah ekonomi RI lesu ?
foto:mag.co.id

Beberapa pengamat memproyeksikan laju perekonomian Indonesia hingga kuartal I-2017 telah menunjukan tren positif meskipun dalam kapasitas merangkak.

Ekonom dari PT Bank Central Asia (BCA) David Sumual mengatakan, perekonomian Indonesia sudah masuk ke tren positif hanya tinggal didorong oleh beberapa komponen penunjang.

"Iya sudah kearah yang baik, tapi tumbuhnya pelan-pelan. Dan terbantu ini juga seperti pengaruh dan harga komoditas itu kan sebetulnya bukan karena upaya pemerintah mendorong, tapi karena faktor keberuntungan. Ekspor naik kan karena harga yang lagi meningkat," kata David saat dihubungi detikFinance, Jakarta, Kamis (4/5/2017).

Dia menceritakan beberapa komponen penunjang pertumbuhan ekonomi masih belum bergerak cepat, seperti investasi yang bisa dikatakan masih lamban. Begitu juga dengan belanja pemerintah yang sudah tumbuh hanya saja tumbuhnya baru sekitar 0,1%-0,2%.

Sedangkan dari konsumsi rumah tangga, kata David, mengalami tumbuh di sektor primer dan sekunder, untuk sektor barang tahan lama seperti kendaraan, properti masih mengalami perlambatan.

"Sebetulnya mereka menunda karena marginnya. Jadi ritel yang buka itukan banyak, jadi disatu wilayah itu sudah ada over suply ritelernya, dilihat marginnya sudah tidak bagus makanya di tutup, bukan karena belanjanya berkurang, kalau saya lihat di kuartal I relatif tidak banyak berubah, tetapi kalau untuk kendaraan, rumah masih banyak yang menahan diri, terutama walaupun suku bunga turun tetapi pertumbuhan kendaraan dan rumah di luar ekspektasi, walaupun sudah pickup tapi belum sesuai yang diharapkan," tambahnya.

https://finance.detik.com/berita-ekonomi-bisnis/3491354/apa-benar-ekonomi-ri-lesu

Komentar